Kolaborasi Bisnis Digital UPI Kampus Tasikmalaya dan Prodi Teknik Sipil FPTK UPI dalam PENGEMBANGAN PESANTREN MANDIRI MELALUI PENDAMPINGAN UMKM BERKELANJUTAN BERBASIS DIGITAL DI PESANTREN ULUL ALBAB BOJONG KONENG

Sabtu (6/11) Dalam rangka bentuk pelatihan, salah satu kegiatan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Program Studi Bisnis Digital UPI Kampus Tasikmalaya berkolaborasi dengan Prodi Teknik Sipil FPTK UPI. Adapun Narasumber pada acara ini adalah: Pada sesi pertama adalah DR RINA MARINA MASRI, MP, DR IR DRS H ISKANDAR MUDA
PURWAAMIJAYA, MT, BTARI MARISKA P, SH, MM

Bertempat di Pesantren Ulul Albab Bojongkoneng, acara ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan dihadiri para peserta  secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Model PkM ini diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta memberikan feed back yang bermakna bagi penguatan visi dan misi Universitas Pendidikan Indonesia. PkM Bidang Ilmu dilandasi oleh pengembangan keilmuaan yang dilakukan oleh para dosen UPI di fakultas dan kampus daerah” jelas DR RINA MARINA MASRI, Ketua Departemen Pendidikan Teknik Sipil, FPTK UPI.

“Permasalahan pesantren perkotaan pada saat Pandemi Covid 19 semakin kompleks, sebagai lembaga produksi jika hanya mengandalkan pasar tradisional perkembangannya akan cenderung stagnan. Diharapkan program pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para stakeholder pesantren yang dapat dilengkapi dengan keunggulan kompetitif terkini yang memahami, menguasai dan terampil dalam kompetensi sebagai lembaga produksi yang harus berinovasi agar dapat melanjutkan dalam dunia usaha terutama dimasa pandemi Covid 19.” ucap Btari Mariska, dosen Bisnis Digital UPI.

Setelah penyampaian materi dan webinar selesai, peserta diminta untuk mengisi kuesioner. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail mengenai ketertarikan peserta terhadap acara kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk program berikutnya sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau
Sustainable Development Goals (SDGs).

Leave a comment